Kamis, 09 April 2015

MENGENAL GAHARU :
Gaharu merupakan bahan berbentuk kayu yang mengandung resin atau damar dan bila dibakar akan mengeluarkan aroma wangi yang khas. Komoditi ekspor ini mempunyai nilai jual yang tinggi baik di pasar nasional maupun internasional sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Di dunia perdagangan gaharu dikenal dengan nama agarwood, aloe wood, dan eagle wood, oud (Timur tengah), dan Cing (Cina).
Gaharu diperoleh dari bagian (akar, batang, cabang) pohon gaharu dengan nama-nama daerahnya antara lain : calabac, karas, kekaras, mengkaras (Dayak), galoop (Melayu), halim (Lampung), alim (Batak), kareh (Minang), age (Sorong), bokuin (Morotai), lason (Seram), Ketimunan (Lombok), ruhuwama (Sumba), dan seke (Flores). Ada beberapa jenis pohon gaharu, antara lain yang saat ini sedang banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Indonesia adalah jenis Gyrinops spp. Dan Aquilaria spp. Kedua jenis tersebut menghasilkan gaharu dengan kualitas yang tinggi sehingga sangat diminati masyarakat untuk dibudidayakan.
Aroma wangi atau harum dengan cara membakar secara sederhana banyak dilakukan oleh masyarakat Timur Tengah (seperti Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Yaman, Oman) sebagai pengharum tubuh dan ruangan, sedangkan penggunaan yang lebih bervariasi banyak dilakukan di Cina, Korea, dan Jepang seperti bahan baku industri parfum, obat-obatan, kosmetika, dupa, dan pengawet berbagai jenis asesoris serta untuk keperluan kegiatan religius.

BUDIDAYA GAHARU :
Pada mulanya pohon gaharu banyak dijumpai dalam hutan alam, namun perburuan gaharu yang tidak terkendali sejak tahun 1980-an sebagai akibat tingginya permintaan konsumen menyebabkan pohon gaharu di alam semakin langka. Untuk memenuhi permintaan konsumen yang masih tinggi tersebut, maka cara yang dapat dilakukan adalah dengan membudidayakannya atau
menanam kembali baik di dalam hutan maupun di lahan-lahan milik masyarakat. Budidaya gaharu telah mulai dilakukan sejak tahun 1990-an dan berkembang terus di wilayah Indonesia terutama oleh masyarakat di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Lombok. Sejak 5 tahun terakhir ini, masyarakat di Pulau Jawa mulai tertarik dan ramai-ramai menanam bibit pohon gaharu di lahan-lahan miliknya. Budidaya pohon gaharu ini diharapkan semakin berkembang pesat agar dapat memproduksi gaharu dengan baik untuk memenuhi permintaan konsumen dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Usaha budidaya pohon gaharu ini merupakan salah satu investasi jangka menengah dengan hasil yang menjanjikan.
Pohon gaharu dapat tumbuh baik pada lahan dataran rendah hingga perbukitan hingga mencapai ketinggian 800 meter di atas permukaan laut dengan kondisi tanah lembut liat berpasir (pH : 4,0 – 6,0). Pola tanam pohon gaharu dapat dilakukan dengan pola monokultur (sejenis) dan polikultur (campuran). Penanaman pola monokultur dilakukan dalam lahan kosong dengan jarak 2 x 2 m, 2 x 3 m dan 3 x 3 m. Sedangkan penanaman pola polikultur dapat dilakukan bersama dengan tanaman keras lainnya seperti : coklat, karet, kopi, kelapa sawit, sengon, atau ditanam dalam pekarangan/perladangan yang sudah ada kumpulan tanamannya (pengkayaan).

PROSES PEMANENAN GAHARU :
Untuk mendapatkan produk gaharu harus melalui proses pemanenan (rekayasa produksi), yaitu dengan teknik induksi jamur atau pathogen ke dalam pohon gaharu. Teknik induksi atau inokulasi yang berkembang saat ini adalah teknik pengeboran dan penyuntikan. Gaharu akan terbentuk sebagai akibat dari proses fisiologis pohon yang bertahan hidup setelah diserang oleh jamur atau pathogen yang dimasukkan (induksi) ke dalam jaringan kayu melalui akar, batang dan cabang pohon. Pemanenan gaharu sebaiknya dilakukan minimal selama 3 tahun setelah proses induksi (inokulasi). Gaharu yang terbentuk dapat dibedakan dalam 3 kelas kualitas yaitu : gubal gaharu, kemedangan gaharu dan abu gaharu. Harga ketiga kelas kualitas tersebut berbeda-beda. Untuk kelas gubal gaharu, harga tertinggi di pasaran dapat mencapai Rp. 60 juta per kilogram. Sedangkan harga kemedangan gaharu berkira antara Rp. 3 juta – 20 juta per kilogram. Kayu gaharu dapat disuling menjadi minyak gaharu dengan harga berkisar antara Rp. 50 ribu – 150 ribu per cc.

PROSPEK INVESTASI GAHARU :
Di bawah ini memperlihatkan secara garis besar kelayakan investasi atau usaha budidaya pohon gaharu sebagai berikut : (Investasi dihitung per 100 pohon atau luas 400 m2 dengan jarak tanam 2 x 2 m)
1. Biaya pembelian bibit : 100 x Rp. 15.000,- : Rp. 1.500.000,-
2. Biaya penanaman : 100 x Rp. 5.000,- : Rp. 500.000,-
3. Biaya perawatan (termasuk pemupukan) : 100 x Rp. 100.000,- : Rp. 10.000.000,-
4. Biaya proses inokulasi : 100 x Rp. 150.000,- : Rp. 15.000.000,-
5. Biaya proses pemanenan : 100 x Rp. 100.000,- : Rp. 10.000.000,-
6. Biaya angkutan, penjagaan, dll. 100 x Rp. 10.000,- : Rp. 1.000.000,-

Jumlah biaya pengeluaran : Rp. 38.000.000,-

6. Hasil penjualan gubal : 100 x 0,5 kg x Rp. 3.000.000,- : Rp. 150.000.000,-
7. Hasil penjualan kemedangan 100 x 5 kg x minimal Rp. 500.000,- : Rp. 250.000.000,-

Jumlah pendapatan : Rp. 350.000.000,-

TOTAL KEUNTUNGAN : Rp. 350.000.000 – Rp. 38.000.000 : Rp. 312.000.000,-



juga menyediakan jamur fusarium sebagai inokulasian pohon gaharu.
melayani inokulasian keseluruh indonesia


pembibitan gaharu
proses sampai penyuntikan


jenis mallacensis stok ada 50rbbatang

Kayu Alatung Sama Seperti Bambu Pethuk atau Bambu Jumpa Buku

setelah postingan Bambu Pethuk atau Bambu Jumpa Buku saya masih ada satu lagi benda yang kami sebut kayu alatung (dalam Bahasa Banjar Kalimantan Selatan) saya tidak tahu dalam Bahasa Indonesia nya tapi kayu ini sejenis Rotan hanya saja kalau rotan lebih kecil, namun kalau kayu alatung lebih besar, biasanya di gunakan untuk gagang sapu.
kayu alatung unik ini juga mempunyai jumpa buku, bahkan bersebelahan berjumpa buku, sebaiknya perhatikan saja photonya :)







Kamis, 19 Maret 2015

MANDAU ASLI SUKU DAYAK KALIMANTAN

MANDAU BISA DIMANFAATKAN DOUBLE FUNGSI YAITU:

Bisa di gunakan sebagai senjata / Penjaga rumah kita dan
Juga bisa di gunakan buat hiasan dinding rumah kita, untuk Ruang tamu, ruang keluarga, ruang kamar, kantor, tempat usaha, toko, dll Dengan nuansa seni etnik traditional yang indah.


Quote:

Mandau Bahan baja Perr 



terbuat dari bahan baja perr mobil, tajam banget....
HARGA: Rp.300.000,-

# Bilat terbuat dari bahan baja perr
# Pajang bilah = -/+50 cm
# Lebar bilah = -/+3,5 cm
# Panjang bilah + gagang = -/+60cm
# Panjang mandau keseluruhan [ termasuk sarungnya] = -/+70cm
# Mandau asli bukan replika
# Kualitas mandau bahan baja perr bagus dan sangat tajam
# Bisa buat senjata dan hiasan dinding rumah kita, untuk Ruang tamu, ruang keluarga, ruang kamar, kantor, tempat usaha, toko, dll Dengan nuansa seni etnik traditional yang indah.
# Kondisi Mandau masih baru dan belum pernah dipakai
# Kualitas Bilah Mandau terbuat dari baja perr mobil super tajamnya awet
# Gagang mandau terbuat dari kayu balao




PICTURE DETAIL BILAH MANDAU 





















Quote:
Mandau Stainless







terbuat dari bahan stainless..anti karat..
HARGA: Rp.350.000,-

# Bilah Mandau terbuat dari bahan Stainless
# Pajang bilah = -/+50 cm
# Lebar bilah = -/+3,5 cm
# Panjang bilah + gagang = -/+60cm
# Panjang mandau keseluruhan [ termasuk sarungnya] = -/+70cm
# Mandau asli bukan replika
# Kualitas Bilah mandau bahan stainless anti karat tapi tidak begitu tajam
# Bisa buat senjata dan hiasan dinding rumah kita, untuk Ruang tamu, ruang keluarga, ruang kamar, kantor, tempat usaha, toko, dll Dengan nuansa seni etnik traditional yang indah.
# Kondisi Mandau masih baru dan belum pernah dipakai
# Gagang mandau terbuat dari kayu balao



Quote:
Mandau Kuningan 






Terbuat dari bahan kuningan
HARGA: Rp.600.000,-
# Bilah Mandau terbuat dari bahan kuningan
# Pajang bilah = -/+35 cm
# Lebar bilah = -/+3,5 cm
# Panjang bilah + gagang = -/+45cm
# Panjang mandau keseluruhan [ termasuk sarungnya] = -/+50cm
# Mandau asli bukan replika
# Kualitas Bilah mandau bahan kuningan sangat indah
# Bisa buat senjata dan hiasan dinding rumah kita, untuk Ruang tamu, ruang keluarga, ruang kamar, kantor, tempat usaha, toko, dll Dengan nuansa seni etnik traditional yang indah.
# Kondisi Mandau masih baru dan belum pernah dipakai
# Gagang mandau terbuat dari kayu balao




Quote:Mandau Manik


terbuat dari bahan besi perr , kompang dibalut dengan hiasan manik-manik khas kalimantan
HARGA: Rp.400.000,-

# Bilah Mandau terbuat dari bahan baja perr
# Seluruh badan mandau (gagang dan kompangnya) dibalit dengan untaian manik-manik khas kaltim
# Pajang bilah = -/+45 cm
# Lebar bilah = -/+3,5 cm
# Panjang bilah + gagang = -/+55cm
# Panjang mandau keseluruhan [ termasuk sarungnya] = -/+60cm
# Mandau asli bukan replika
# Bisa buat senjata dan hiasan dinding rumah kita, untuk Ruang tamu, ruang keluarga, ruang kamar, kantor, tempat usaha, toko, dll Dengan nuansa seni etnik traditional yang indah.
# Kondisi Mandau masih baru dan belum pernah dipakai
# kualitas bilah mandau terbuat dari baja perr mobil tajamnya awet
# Gagang mandau terbuat dari kayu balao


Quote:
Mandau Gagang Tulang











Bilah terbuat dari bahan besi baja perr , gagang terbuat dari tulang hewan

HARGA: Rp.900.000,-


# Bilah Mandau terbuat dari bahan baja perr
# Gagang mandau terbuat dari tulang hewan buruan
# Pajang bilah = -/+45 cm
# Lebar bilah = -/+3,5 cm
# Panjang bilah + gagang = -/+55cm
# Panjang mandau keseluruhan [ termasuk sarungnya] = -/+60cm
# Mandau asli bukan replika
# Kualitas bilah mandau bahan baja perr bagus dan sangat tajam
# Bisa buat senjata dan hiasan dinding rumah kita, untuk Ruang tamu, ruang keluarga, ruang kamar, kantor, tempat usaha, toko, dll Dengan nuansa seni etnik traditional yang indah.
# Kondisi Mandau masih baru dan belum pernah dipakai
# Bahan kompang mandau terbuat dari kayu ulin

Kandungan Lintah Berdasarkan Ilmiah

Kandungan Lintah Berdasarkan Ilmiah

kandungan Lintah
kandungan Lintah
Dari hasil kajian-kajian dan penelitian ilmiah yang dilakukan, telah diketahui bahwa lintah mengandung banyak zat yang penuh manfaat bagi tubuh manusia. Berikut ini antara lain zat-zat yang terkandung didalam lintah:
  1. Nitric Oxide: pada tahun 1998 Hadiah Nobel untuk fisiologi telah dianugerahkan kepada Robert Furchgott, Prof Louis Ignarro dan Ferid Murad yang menemukan pertalian Nitric Oxide (NO) yang kemudian digunakan dalam ramuan Viagra. Dalam satu kajian ilmiah Universiti Purdue, lintah jenis Hirudo Medicinalis dikenal dapat mengeluarkan NO secara alami. Sementara kajian ilmah lainnya mengatakan bahwa NO dapat menyelesaikan 90% masalah kegagalan ereksi kaum lelaki. Vagina dan klitoris wanita apabila tersentuh oleh usur NO ini juga dapat meningkatkan rangsangan seksual, dimana NO tersebut akan memberi stimulus ke syaraf-syaraf yang memacu gairah seksual wanita.
  2. Hirudin: adalah zat yang dapat menghalang pembekuan darah. Umumnya digunakan untuk membuat darah tetap mengalir tidak membeku, unsur Hirudo medicinalis dipakai dalam operasi syaraf-syaraf yang kecil, misalnya operasi pada telapak tangan, untuk mengembalikan aliran darah yang buntu atau saluran darah yang tersumbat.
  3. Histamine: adalah zat yang berfungsi sebagai pengembang. Zat pengembang ini di temukan pada bagian ludah lintah.
  4. Hyaluronidase: Zat yang berasal dari ludah lintah yang termasuk dalam jenis obat bius, pencegah pembekuan darah (hirudin), vasodilator lokal (histamine) dan satu enzim (hyaluronidase).
  5. Thrombin : Zat yang mengaktifkan konversi dari fibrin dari fibrinogen dan meningkatkan pembekuan. Trombosa adalah formasi dari satu gumpal darah di dalam satu pembuluh darah, yang sering menghalangi aliran darah. Trombosa akan terjadi apa bila tubuh mengalami luka. Lokasi paling umum dari trombosa berada di dalam pembuluh darah dari kaki.
  6. Anti Kolagen: zat yang keluar dari air liur lintah atau spesies sejenis berdasarkan hasil penelitian ternyata dapat digunakan untuk perawatan dan pengendalian trombosit. Zat ini dapat berfungsi sebagai penunda penuaan dan dapat digunakan sebagai bagian bahan dasar kosmetika

BULU PERINDU ASLI DARI SUKU PEDALAMAN KALIMANTAN

BULU PERINDU ASLI DARI SUKU PEDALAMAN KALIMANTAN

BULU PERINDU ASLI

BULU PERINDU ASLI DARI SUKU PEDALAMAN KALIMANTAN

dengan segala ijin ALLAH semua hanya lantaran

sepenuhnya serah dan pasrah hanya padanya .

tiada daya dan upaya atas kehendakNYA

ini bersifat pendamping anda agar terarah maksud dari tuah


pusaka ini bertuah untuk =

daya pikat ,

pengasihan ,

memancarkan aura positif

kharisma wibawa

daya tarik kelancaran usaha

pelet cari pasangan

pelet kekasih pergi

banyak barang beredar sama tapi ingat tiruan
beda cara penangan dan asmak hasil juga beda
maksimalkan usaha anda pasti akan tercapai untuk segala tujuan tuah ini
serta dengan bersungguh merawat , menjaga pusaka ini
aura pusaka pasti akan turut setia mendampingi segala laku anda